Formasi 3-4-3


Formasi ini, menurutku, merupakan formasi yang kuat dan juga fleksibel. Tapi ini harus didukung oleh pemain yang berkarakter dan mempunyai visi dan misi yang jelas.

  1. 3 pemain belakang harus mempunyai karakter bertahan yang lebih daripada menyerangnya. Selain itu juga harus memiliki fisik yang kuat untuk mengantisipasi berbagai serangan yang datang bila para pemain tengah terlewati. Pemain Belakang merupakan awal dari penyerangan sehingga setelah memotong bola serangan lawan dia harus cerdas dalam memilih untuk mengoper bola ke pemain tengah mana untuk memulai penyerangan atau dia menggiring bola tetrlebih dahulu sampai daerah lawan baru mengoper bola. Pada pos ini pemain belakang yang tengah berperan penting, dia harus selalu berkomunikasi dengan pemain belakang lainnya dalam segal hal (pengaturan jebakan offside misalnya) dan juga dengan penjaga gawang sebagai pemain terakhir dalam pertahanan menjaga gawang dari kebobolan. Teori memang mudah ditulis atau diucapkan tapi dalam prakteknya sulit diterapkan. Ini karena tergantung dari pemain itu sendiri. Bila pemain itu sudah bisa mengatur emosi dan tidak terpancing oleh provokasi lawan maka strategi yang diramu oleh pelatih akan berhasil.
  2. 4 pemain tengah sebagai perantara pemain belakang dan pemain depan berperan dalam "mengolah" bola untuk suplay ke pemain depan dalam mencetak gol. Jika dilihat pada gambar, Pemain No 7 merupakan pemain tengah bertahan harus kuat fisiknya karena dia bertugas untuk memotong bola serangan lawan yang datang dan dia bergerak terus depan dan belakang untuk mencari bola. Dia harus tipe pemain yang bekerja keras, pantang menyerah, punya motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan meskipun dalam keadaan tertinggal 1.2 atau lebih gol. Pemain No 10 sebagai pemain tengah yang menyerang selain momotong bola serangan lawan dia juga berkreasi untuk membongkar pertahanan lawan dengan dibantu pemain lainnya. Paling tidak dia seorang yang skillfull dan berwawasan luas. Dua pemain tengah samping kanan kiri bertugas membongkar pertahanan lawan dari samping dan memberikan umpan-umpan yang terukur kepada pemain depan untuk dapat mencetak gol. Biasanya pemain yang beroperasi di samping mempunyai kecepatan yang lebih dalam mengolah bola sambil berlari.
  3. 3 pemain depan yang bertugas utama mencetak gol harus mempunyai gaya kreasi serangan yang tinggi dan mampu membuat pertahanan lawan "kocar-kacir" sehingga memudahkan pemain lain dalam mencetak gol. Dia harus mempunyai naluri mencetak gol yang tinggi dan biasanya naluri untuk bertahannya rendah.
Meskipun begitu, sepakbola merupakan kerjasama team. Jadi, jika ada salah satu pemain yang tidak bisa bekerjasama dengan baik maka strategi yang diterapkan pelatih dalam permainan tidak berhasil. Biasanya ketidakstabilan team dipengaruhi pemain dalam pertandingan itu. Bisa jadi karena sudah kebobolan dulu sehingga tertinggal dan setiap pemain "bernafsu" untuk mencetak gol menyamakan kedudukan yang mengakibatkan kerja sama team berkurang. Atau sudah unggul terlebih dahulu sehingga muncul rasa percaya diri yang berlebihan (over PeDe) yang menyebabkan pemain asyik menyerang terus untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya sehingga melupakan pertahanan. Memang menang dengan gol sebanyak-banyaknya adalah kepuasan tersendiri bagi pemain dan pelatih apalagi kemenangan tersebut diperoleh dari kerjasama team yang baik.

Ini merupakan pendapatku aja. Bila ada salah mohon dimaafkan dan bila ada kekurangan mohon bisa ditambahkan kekurangannya. Terima kasih sebelumnya atas komentarnya. Mungkin nanti akan berlanjut ke formasi 4-4-2. Ini berdasarkan pengalamanku bermain sepakbola sama teman-teman aja. Meskipun bukan pemain profesional tapi ku sangat suka sepakbola. Salam Shadux's. Shadux's Mania.


1 komentar :

  1. dengan tipe pemain bertahan sekarang kayaknya Inter kurang cocok dengan formasi 3 Bek sejajar...

    BalasHapus