Tewas di Lapangan Hijau

Ibarat perang, pertandingan sepakbola memperjuangkan kebanggaan dan harga diri tentu saja demi sebuah kemenangan. Tak ubahnya medan tempur, lapangan hijau pun kadang meminta korban jiwa.

Antonio Puerta adalah pesepakbola terakhir yang harus tutup usia di bawah panji-panji klub sepakbola. Gelandang Sevilla berpaspor Spanyol itu meninggal dunia Selasa (28/8/2007) di rumah sakit Virgen del Rocio setelah sempat dirawat tiga hari akibat serangan jatung saat berlaga di Liga Spanyol.

Puerta yang seharusnya berusia 23 tahun pada 26 November nanti bukan pesepakbola pertama yang meninggal dunia saat melakoni profesinya. Dalam dua dekade terakhir beberapa pesepakbola pun bernasib sama.

Hampir tiga tahun silam, tepatnya bulan Juni 2005, Hugo Cunha yang memperkuat Uniao Leiria di Super Liga Portugal pingsan dan meninggal dunia saat melakukan latihan bersama rekan-rekannya.

Sementara di Oktober 2004, Sao Caetano yang berlaga di Liga Brasil harus kehilangan Serginho. Pemain yang beroperasi sebagai bek itu diduga tewas karena gangguan jantung dan pernapasan saat bertanding menghadapi Sao Paulo di Liga Brasil.

Masih dari Brasil, setahun sebelumnya Maximiliano Patrick Ferreira tutup usia di rumah sakit setelah mengaku sakit saat melakukan latihan bersama klubnya Botafogo-Ribeirao Preto. Samba lain yang tewas adalah Marcio Dos Santos, striker 28 tahun itu meninggal dunia satu jam setelah mencetak gol untuk Deportivo Wanka di Liga Peru tahun 2002.

Dari tanah Eropa, duka sempat menyelimuti Benfica saat striker Hungaria, Miklos Feher tewas akibat serangan jantung. Dia tewas dalam pertandingan Liga Portugal saat Benfica menjamu Vitoria Guimaraes.

Kasus kematian yang paling mengejutkan terjadi pada pesepakbola Kamerun Marc-Vivien Foe yang tewas saat negaranya unggul 1-0 atas Kolumbia di Piala Konfederasi yang digelar di Lyon, Juni 2003. Foe yang sempat memperkuat West Ham United, Manchester City dan Olympique Lyon pingsan di tengah pertandingan dan tewas beberapa saat kemudian.

Serangan jantung cukup mendominasi sebab kematian pesepakbola. Kematian striker York City, Dave Longhurst (25 tahun) dua menit sebelum turun minum saat menghadapi Lincoln City tahun 1990 juga karena gangguan pada jantungnya.

Hal mana juga terjadi pada Samuel Okwaraji tewas saat membela Nigeria menghadapi Angola di kualifikasi Piala Dunia tahun 1989.

Di tanah air kematian pesepakbola juga pernah terjadi. Pada 3 April 2000, Eri Irianto menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit setelah pada sore harinya ia tiba-tiba menderita sakit saat Persebaya menjamu PSIM di Liga Indonesia 1999/2000.

Mungkin ada yang mau menambahkan?

Sumber : Detiksport

Tidak ada komentar :

Posting Komentar