Kroping, Mengurangi untuk Menguatkan

Selembar foto adalah sepotong rekaman visual. Pemandangan yang ada betul-betul dipotong oleh lensa dan alat cetak foto. Namun, karena Cuma sepotong itu, sebuah foto mendapatkan kekuatannya. Keterbatasan sebuah foto bisa diperkuat lagi dengan “pemotongan” pascapemotretan yang dalam istilah fotografi disebut kroping. Hal ini lazim dilakukan dalam dunia jurnalistik untuk membuat sebuah foto yang sudah kuat menjadi lebih kuat lagi.

Perhatikan foto 1 yang menyertai tulisan tentang wisata ke Kepulauan Karimunjawa, Jepara , Jawa Tengah. Foto aslinya memperlihatkan orang yang sedang berenang dengan tiga ikan hiu jinak di sebuah kolam penangkaran ikan hiu. Setelah dilakukan kroping foto 1 menjadi lebih kuat karena beberapa elemen yang “melemahkan” telah dibuang. Elemen tersebut yaitu tepian kolam yang mengurangi keseraman laut lepas dan kekosongan kolam yang seakan memberi tahu bahwa ikan hiunya sedikit.


Foto 2 memperlihatkan seorang pria yang sedang mencari anaknya yang tersapu tsunami. Di jalan dia menemukan sebuah baskom yang berisi jenazah anak kecil. Tidak dijelaskan lebih lanjut apakah anak di dalam baskom itu adalah anaknya. Setelah dilakukan kroping dan pengolahan warna foto ini menjadi kuat luarf biasa untuk menggambarkan tsunami tahun 2004 itu. Kekuatan foto ini adalah pada nilai simbolisnya.


Jadi, hal yang terpenting melandasi pemikiran kroping adalah pembuangan elemen yang melemahkan foto, point of interest foto tersebut. Proses kroping sesungguhnya tidaklah tercela dan juga bukan kelemahan seorang fotografer. Mata, otak, dan reaksi manusia terlalu lambat untuk bisa menhasilkan gambar matang pada adegan yang sangat cepat dan tak terduga. Kroping juga bisa menjadi nilai lebih seorang editor yang menemukan kekuatan dari sebuah foto yang sekilas tampak lemah.

Sumber : Kompas, Selasa, 17 Februari 2009. Tips dan Trik Fotografi Arbain Rambey. Dengan beberapa perubahan yang tidak mengurangi nilai artikel aslinya.
Selengkapnya...

Travian

Apa itu Travian? Mungkin ada yang bertanya-tanya. Di setiap situs/web kok ada iklannya.

Travian adalah permainan di dunia maya(internet) menggunakan browser yang memberikan dunia baru bagi para pemainnya. Travian ada di negara selain indonesia. permainan ini bermula dari memimpin sebuah desa kecil yang kita akan kembangkan menjadi sebuah desa yang besar dan kuat. Di dalam travian kita berinteraksi dengan pemain lain baik dalam hal berdagang, perang, perdamaian dan persatuan dalam suatu aliansi.

Di Dunia Travian ada 3 suku yaitu Romawi, Teuton dan Galia (Gauls). Setiap suku mempunyai kelemahan dan kekuatan. Di Travian ada 4 resources (Sumber Daya Alam : sda) yaitu Kayu, Liat, Besi dan Gandum. Kita kembangkan sda kita untuk dapat mengmbangkan desa. Di sini kita bisa membuat pasukan (Troops) yang digunakan untuk bertahan dari serangan pemain lain atau menyerang pemain lain.

1. Romawi
Romawi adalah bangsa di Travian yang paling mudah dimainkan oleh pemula. Dengan tingkat sosial dan perkembangan teknologi yang sudah tinggi maka bangsa Romawi sangat menguasai pembangunan gedung, koordinasi, dan pasukan mereka adalah bagian dari pasukan elit di Travian.

Mereka sangat seimbang dan berguna dalam menyerang dan bertahan. Namun pasukan romawi dilatih sangat lama dan juga mahal. Infantri mereka adalah legenda hidup namun pertahanan mereka melawan pasukan berkuda tidaklah sebagus bangsa yang lain.
Untuk pemula dan pemain yang tidak mengetahui secara pasti keinginan mereka, Romawi adalah pilihan yang ideal.

2. Teuton
Teuton adalah suku yang agresif. Pasukan mereka terkenal jahat dan ditakuti karena keganasan dan kegilaan saat menyerang. Mereka bergerak seperti sekumpulan penjarah, bahkan tidak takut mati.

Akan tetapi mereka kurang memiliki disiplin militer seperti Galia dan Romawi, yang mengakibatkan kelemahan mereka pada kecepatan dan pertahanan. Untuk pemain yang agresif dan berpengalaman, Teuton adalah pilihan yang tepat

3. Galia (Gauls)
Galia adalah suku paling damai dari tiga suku di Travian. Pasukan mereka dilatih sebagai pasukan bertahan yang sempurna, tetapi kemampuan mereka menyerang masih bisa bersaing dengan dua suku lainnya. Galia adalah penunggang kuda, kuda-kuda mereka terkenal untuk kecepatannya yang memungkinkan penunggangnya menyerang musuh tepat dimana bisa mengakibatkan kerusakan fatal dan dengan cepat menangani musuh mereka yang terkecoh.

Suku ini sangat mudah untuk bertahan, akan tetapi dipaki untuk bermain agresif juga memungkinkan. Ini memberikan anda untuk mengembangkan strategi yang berbeda-beda (bertahan atau menyerang, menyendiri atau penolong yang dapat diandalkan, pedagang atau perampas, infantri atau berkuda, settler atau chieftain), tetapi anda butuh sedikit pengalaman dan keahlian. Bagaimanapun, Galia juga cocok untuk pemula.

setelah membaca dan berminat untuk bermain bisa daftar di sini.

sumber : http://travian.co.id/
Selengkapnya...

TEST: Apakah kamu seorang Psikopat?

Lucky me I've got the wrong answer !!

Ini adalah benar-benar tes psikologi. Jika kamu dapat memberi jawaban yang tepat, maka kamu benar-benar seorang psikopat (orang gila; bahasa Inggrisnya bermain dengan kata antara "genuine psychological test" dan "genuine psychopath)

Ini adalah cerita seorang gadis. Pada saat ada di upacara pemakaman ibunya, dia bertemu dengan seorang laki-laki yang belum dia kenal sebelumnya. Dia sungguh tertarik dengan lelaki ini. Lelaki ini adalah pria idaman yang selalu dia impikan. Dia langsung jatuh cinta dengannya tapi dia tidak pernah bertemu dengan lelaki itu lagi. Beberapa hari setelahnya, gadis ini membunuh kakak perempuan kandungnya.


PERTANYAAN: Apa motif pembunuhan ini?

Jawabannya Ada di sini

Sumber : email dari Amellia Widyastuti
Selengkapnya...